Contoh Invoice
Buat invoice tagihan online, gratis. Rincian, PPN, dan total dihitung dari barisnya, jadi bisa dicek sendiri oleh yang menerima.
Contoh invoice tagihan, bagian per bagian
Invoice di bawah ini, dibongkar. Delapan bagian; dua yang paling sering hilang adalah jatuh tempo dan nomor rekening.
| No | Deskripsi | Qty | Harga Satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Jasa desain katalog produk (32 halaman) | 1 | Rp4.500.000 | Rp4.500.000 |
| 2 | Cetak katalog art paper 150gr | 300 | Rp18.000 | Rp5.400.000 |
| 3 | Ongkos kirim Jakarta - Bekasi | 1 | Rp250.000 | Rp250.000 |
Kop
Nama usaha, alamat, telepon — identitas yang menagih. Kalau usahanya atas nama sendiri, tulis nama sendiri.
Nomor dan tanggal
Nomor invoice unik dan berurutan, misalnya INV/2026/09/017. Tanggalnya tanggal terbit.
Ditagihkan kepada
Nama dan alamat pihak yang akan membayar. Kalau perusahaan, nama PT atau CV-nya, bukan nama orang yang kamu kenal di sana.
Jatuh tempo
Tanggal terakhir pembayaran. Tanpa ini tidak ada dasar untuk menagih, dan tidak ada yang bisa disebut terlambat.
Rincian
Deskripsi, qty, harga satuan. Kolom jumlah dihitung dari qty × harga satuan, tidak diketik — yang menerima bisa mengecek tanpa harus percaya yang membuat.
Subtotal, PPN, total
PPN 11% hanya kalau usahamu sudah PKP; kalau belum, kosongkan dan barisnya hilang. Total yang ditebalkan, satu-satunya.
Pembayaran
Bank, nomor rekening, atas nama — di kotak sendiri, karena ini yang dicari pelanggan saat mau membayar.
Hormat kami
Tanda tangan yang menagih. Satu penanda tangan; invoice bukan perjanjian.
Yang sering salah di invoice
- Tidak ada jatuh tempo. Tagihan yang tidak punya batas waktu tidak pernah terlambat dibayar.
- Nomor rekening di catatan kaki kecil, atau tidak ada sama sekali, lalu pelanggan bertanya lewat WhatsApp.
- Mencantumkan PPN padahal belum PKP. Yang belum dikukuhkan tidak boleh memungut PPN.
- Total diketik manual dan tidak sama dengan jumlah barisnya.
- Satu nomor invoice dipakai dua kali.
Tanya jawab
Invoice dan kwitansi bedanya apa?
Invoice adalah tagihan, dibuat sebelum uang diterima. Kwitansi adalah bukti bahwa uang sudah diterima. Urutannya: invoice dulu, kwitansi setelah dibayar.
Invoice wajib ada PPN?
Hanya kalau usahamu Pengusaha Kena Pajak (PKP). Kalau omzet setahun masih di bawah Rp4,8 miliar dan belum mendaftar PKP, kosongkan kolom PPN.
Invoice untuk DP bagaimana?
Tulis di deskripsi, misalnya “DP 50% jasa desain katalog”, dengan harga sebesar DP-nya. Saat pelunasan, buat invoice baru untuk sisanya, dengan nomor baru.
Freelancer atau perorangan bisa membuat invoice?
Bisa. Isi nama usaha dengan namamu sendiri, dan tulis rekening pribadi di bagian pembayaran.
Bikin invoice ini terus-terusan?
Kirim satu yang kamu pakai sekarang — atau kalau belum punya, ceritakan saja dokumen apa yang kamu butuhkan. Kami jadikan template milikmu: kop, nomor urut, dan bentuknya dikunci. Habis itu tinggal ketik datanya.
Rp50.000untuk satu template, termasuk 2× revisi.